Akuntansi, Komputerisasi dan Managemen Minimarket

Tips Trik Komputerisasi dan Managemen yang baik di bisnis Swalayan (Minimarket)

Omset Melesat Naik Berkat STRATEGI HARGA JUAL yang jitu

2 Comments

groceries-main

Gunawan - Customer Support

Gunawan – Customer Support

Well.. pada postingan kali ini saya ingin berbagi pada Anda tentang sedikit pengetahuan saya mengenai strategi penentuan harga (jual)  pada toko swalayan

Berjualan barang-barang di toko swalayan menurut saya  tidak sekedar membeli barang dengan harga sekian, dan di jual dengan harga “sedikit” di naikkan saja, tetapi sebenarnya  metode menaikkan harga jual itu, ada strateginya.

Berikut ada beberapa point yang bisa sedikit di jadikan acuan dalam menentukan harga jual di toko swalayan

Ingat, Management pricing adalah seni

Kubur jauh-jauh anggapan bahwa berjualan di toko swalayan hanya masalah memberi bandrol harga jual, kemudian menunggu pembeli datang

Ingatlah bahwa management pricing adalah seni, atau bisa saya ilustrasikan begini,

Jika Pelukis Punya Kuas, Pemusik Punya gitar, Pematung punya pahat, maka Pemilik toko punya harga jual  :)

Sebagai seorang pengusaha toko swa layan, tidak hanya pelayanan yang ramah pada pelanggan, pencarian pemasok yang terpercaya, dan management persediaan yang baik, akan tetapi penentuan harga jual yang tepat , juga merupakan pekerjaan yang harus Anda jalankan dan nikmati di dalam bisnis toko swalayan Anda

Jangan menyamaratakan prosentase kenaikan harga jual pada semua barang

Karena management pricing adalah seni, maka dalam menentukan harga jual, Anda tidak boleh asal. Anda harus punya analisa yang tepat untuk setiap harga jual yang akan Anda bandrol pada barang-barang yang Anda jual

Setiap barang yang ada di toko Anda, bisa dan harusnya mempunyai nilai jual atau tingkat perolehan keuntungan yang berbeda-beda

Laporan di armadillo accounting, untuk mengetahui prosentase keuntungan masing-masing barang

 Sebelum lebih jauh saya membahas kenaikan harga jual ini, tahukah Anda bagaimana menghitung prosentase kenaikan harga jual tersebut?

Harga jual tersebut di bandingkan dengan harga beli ataukah dengan harga pokok penjualan (HPP) ? , (HPP? Apalagi HPP itu? )

Baik, sebelum lebih jauh membahas ini,saya ingin sedikit menjelaskan tentang yang saya maksud margin keuntungan pada laporan diatas. Margin diatas di peroleh dari perbandingan kenaikan antara harga jual dengan harga pokok penjualan (HPP) , jadi bukan dengan harga beli

Catatan:

Setiap program penjualan atau akuntansi inventory yang baik, selalu mempunyai nilai HPP selain harga beli dan harga jual di setiap barang (jika menggunakan metode perpectual)

Saya tidak akan menjelaskan secara detail tentang perhitungan HPP dan metode perpectual di postingan kali ini, karena akan banyak memakan tenaga dan pikiran untuk membacanya (juga menulisnya  :) )

Metode perhitungan HPP di armadillo accounting menggunakan metode Average (rata-rata).Harga beli dan HPP tidak selalu sama untuk setiap barang, kadang lebih besar, kadang lebih kecil. Seorang manager yang baik akan selalu memantau nilai prosentase harga jual ini.

Di bagian belakang (back office) manager mengedit harga jual, sedangkan di bagian depan / front office, (dengan menggunakan LAN) bagian penjualan melakukan penjualan dengan harga yang sudah di olah oleh manager di belakang. Dengan kerjasama ini, diharapkan akan memperoleh keuntungan yang optimal (bukan maksimal), karena kalau hanya memikirkan laba sesaat (maksimal), belum tentu pelanggan yang beli hari ini akan kembali lagi ke toko kita.Butuh kebijakan manager dalam menentukan harga jual.

Tampilan di armadillo accounting untuk mengedit harga jual

Jalankan teori “Nggendong indhit “ (: jawa)

 

Nah, setelah Anda memahami bahwa menentukan harga jual adalah seni, sekarang kita akan memperlajari point-point apa saja yang bisa di jadikan acuan dalam menetukan harga jual di toko swalayan.

Anda tau arti istilah nggendong indhit? Terus terang… saya juga tidak tahu🙂

(PS: Pingin lebih jelas, tanya pada master nya … Mbah Surip  … he he he …just kidding)

Tapi … Any way… yang di maksud dengan istilah itu adalah:

Menentukan prosentase untung yang tidak sama pada semua barang  ,yaitu membuat barang dengan frekwensi penjualan laris di jual dengan murah atau bahkan tidak untung, sedangkan barang lainnya (kelarisan nomor 2) di jual dengan harga yang cukup mahal (untung banyak).

Barang yang sangat LARIS, di jual dengan harga MURAH (untung sedikit, atau tidak sama sekali) ini dimaksudkan untuk mendongkrak penjualan barang-barang dengan “tingkat laris” penjualan nomer dua. Barang-barang di level 2 ini bisa di buat mempunyai nilai keuntungan lebih tinggi. Dimana barang-barang di level 2 ini jarang sekali di bandingkan oleh pelanggan, tetapi hanya sebagai suplement untuk pembelian barang –barang terlaris (level 1) tadi.

Sebagai contoh, kita menjual Bahan Pokok (misal) Gula dengan harga murah, akan tetapi Makanan ringan (Snack)  kita menjual dengan mengambil keuntungan lebih banyak, atau Mie Instant merk terkenal (untung sedikit) di bandingkan dengan mie intant merk tidak terkenal (untung banyak) dan lain sebagainya.

Varisasi barang nomer satu dan nomer dua ini, berbeda-beda untuk masing-masing toko swalayan, gunakan laporan penjualan Anda untuk menganalisanya.

Teori ini sebenarnya banyak di praktekkan juga di bentuk bisnis yang lain

Jual barang fast moving dengan harga murah

Sebagai lanjutan dari teori diatas, biasanya kita menjual dengan harga murah untuk barang-barang yang fast moving (barang cepat laku), barang-barang ini (harus)  kita jual lebih murah karena biasanya di gunakan sebagai pembanding bagi pembeli untuk melihat, apakah barang di tempat kita lebih mahal atau lebih murtah di bandingkan tempat lain.

Untuk barang-barang fast moving ini kita bisa menerapkan teori ambil untung sedikit, tapi diharapkan mempunyai frekwensi penjualan yang banyak. Dan untuk melihat barang apa saja yang termasuk barang fast moving, bisa di lihat di laporan armadillo accounting “Laporan frekewensi penjualan terbanyak”

Daftar barang fast moving (best Buy)

 Jangan selalu mengobral barang slow moving kecuali terpaksa

 Banyak sebab yang bisa membuat barang kita menjadi slow moving, tidak selalu penyebabnya adalah harga yang terlalu mahal. Beberapa sebab diantaranya adalah sebagai berikut

  1. Merupakan barang yang yang sudah tidak trend lagi
  2. barang tersebut tidak cocok dengan selera sekitar
  3. barang tersebut trend nya terlalu maju atau belum menjadi trend di daerah Anda

Pada saat di toko Anda terdapat barang slow moving, maka Anda tidak selalu harus menerapkan penjualan murah untuk barang tersebut, meskipun dengan penjualan murah, di harapkan perputaran cash flow Anda bisa lebih lancar.

Barang slow moving bisa jadi di jual mahal saat memenuhi kriteria berikut:

  1. tidak punya kadaluarsa
  2. merupakan barang antik
  3. tidak ada versi terbarunya dan
  4. teknologinya masih bisa di pakai oleh pelanggan

jika barang Anda mempunyai kriteria itu , maka bisa saja Anda mematok harga yang relatif mahal untuk barang tersebut, dengan harapan masih ada pelanggan yang mencari barang-barang “antik” tersebut

sekali lagi, seperti halnya pada postingan-postingan sebelumnya , postingan kali ini juga bisa kami katakan hanya sebuah teori yang tidak 100% benar, dan tidak serta merta bisa di terapkan langsung ke dalam toko Anda. Postingan ini hanya sebagai pembuka wacana Anda dalam menjalankan bisnis ini.

Software Armadillo Accounting

Software Armadillo Accounting

jika ada yang perlu diskusikan , jangan segan untuk menghubungi kami, kami siap membantu Anda.

So, wake up , nikmati pekerjaan “price labeling” pada barang –barang Anda

and Happy Armadilling ….

Salam Sukses

Author: Radian Blogging Team

Konsultan Software Akuntansi Dagang dan Simpan Pinjam

2 thoughts on “Omset Melesat Naik Berkat STRATEGI HARGA JUAL yang jitu

  1. Itu software nya dijual kah??😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s