Akuntansi, Komputerisasi dan Managemen Minimarket

Tips Trik Komputerisasi dan Managemen yang baik di bisnis Swalayan (Minimarket)

Inilah Cara yang benar Mencatat Retur Penjualan di kasir minimarket (swalayan)

2 Comments

Tidak bisa dihindari, retur penjualan akan selalu terjadi pada hampir semua bidang usaha, terlebih pada usaha minimarket. Karena terkadang kualitas barang yang rusak sedangkan kemasan luarnya tampak masih sangat bagus, atau barang sudah kadaluarsa namun luput dari kontrol pihak minimarket. Kondisi-kondisi seperti inilah yang memungkinkan terjadi retur penjualan dari konsumen.

Dalam usaha minimarket umumnya konsumen melakukan retur pada kasir, dan untuk itu dalam setiap program kasir harus bisa melayani transaksi retur barang ini.

Dalam program Cashier Armadillo Accounting system, retur penjualan bisa dilakukan secara cepat. Tidak tersedia menu retur penjualan di dalamnya, karena memang program kasir dirancang untuk melakukan proses transaksi sederhana secara cepat. Lalu bagaimana mencatat retur penjualan nya?

Setiap melakukan penjualan, maka transaksi tersebut akan disimpan dalam database. Kemudian pada saat terjadi retur, maka langkah yang harus dilakukan adalah dalam menu transaksi masukkan nama barang yang di-retur, hanya saja dengan harga minus ( – ).

retur kasr

Maka secara otomatis dalam form pembayaran, pada total transaksi muncul nilai minus. Kemudian kosongkan saja isian jumlah yang harus dibayar (karena memang tujuannya untuk retur), sehingga muncul nilai pengembalian sebesar nilai barang yang di-retur. Dan kasir pun bisa melakukan pengembalian uang sejumlah retur tersebut.

byr retur kasir

Namun pada beberapa minimarket, ada aturan bahwa retur barang tidak bisa dikembalikan dalam bentuk uang, tetapi diganti dengan pembelian barang dengan jumlah yang sama. Dalam hal ini proses pencatatan-nya bisa dilakukan dengan cara yang sama, dan kemudian melakukan lagi transaksi penjualan barang yang baru dengan cara seperti biasanya.

Atau bisa dilakukan dengan cara melakukan diskon sebesar nilai retur pada transaksi penjualan barang yang baru. Misal : seorang konsumen melakukan retur pembeliannya dengan nilai barang Rp 3.500,-. Dengan aturan cara retur yang diterapkan oleh pihak minimarket, maka retur dilakukan dengan cara penggantian belanja sebesar retur tersebut. Dalam hal ini kasir akan melakukan diskon sebesar Rp 3.500,- dalam pembelanjaan kedua dari konsumen tersebut.

diskon retur

Bila total belanja konsumen tersebut lebih besar dari retur yang dilakukannya tadi, maka dia hanya membayar nilai kelebihannya setelah didiskon.

stl diskon

Petugas kasir bisa memberikan catatan khusus pada copy struk yang diberikan pada konsumen tersebut (sebagai pengingat diskon diberikan karena proses retur barang).

Kemudahan dalam operasional memang mutlak dalam program kasir, namun yang harus dipastikan apakah program kasir yang kita gunakan bisa mengatasi segala kemungkinan masalah yang dihadapi dalam melakukan penjualan. Itu yang harus diingat sebelum menentukan program kasir yang akan kita pergunakan…

Jika kurang jelas di postingan kali ini, silahkan hubungi kami kapan saja, kami siap membantu Anda

Sampai jumpa pada postingan berikutnya…

Author: Radian Blogging Team

Konsultan Software Akuntansi Dagang dan Simpan Pinjam

2 thoughts on “Inilah Cara yang benar Mencatat Retur Penjualan di kasir minimarket (swalayan)

  1. Mengapa bisa terjadinya selisih variance minus pada pos kasiran?

    • semangat pagi mbak Ayu.
      sebenarnya saya kurang begitu paham dengan pertanyaannya🙂 .
      akan tetapi saya akan coba menjawab dari pengalaman kami implementasi system komputer Armadillo di lapangan.
      1. jika komputerisasi Anda sudah benar dan Anda memilki tenaga kasir yang “jujur”, biasanya yang sering tejadi malah selisih plus (lebih banyak uangnya dari pada laporan yang dicetak dikasir). karena saat Anda merubah dari tidak terkomputerisasi menjadi menggunakan komputer, sering kali kasir lupa untuk memasukkan (entry) untuk penjualan yang kecil-kecil
      2. dari selisih plus itu, sebaiknya tidak langsung diakui sebagai pendapatan. karena kemungkinan besar barang Anda akan selisih (minus) saat di lakukan stock opname. nah dari angka itulah yang dijadikan penyeimbang dengan jumlah barang yang “hilang” tadi (baca: tidak trercatat)
      3. Jika terjadi selisih minus (uangnya kurang) dan kasir Anda sudah diakui kejujurannya, kemungkinan ada yang salah dengan komputerisasi laporan kasir nya
      4. tapi jika system komputer dan SOP nya sudah benar dan teruji, maka coba lakukan rolling kasir. siapa tahu ini masalah human error.

      mungkin begitu mbak Ayu
      sukses untuk tokonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s