Beginilah cara mudah dan sederhana Menghitung HPP barang Anda

Dalam Ilmu akuntansi harga pokok penjualan berguna untuk menentukan seberapa besar keuntungan yang bisa di dapat dari penjualan persediaan.

Berikut cara menghitung harga pokok persediaan.

1. Tentukan nilai persediaan awal.
2. Kemudian ditambah pembelian.
3. Kemudian dikurangi penjualan.
4. Dan persediaan akhir adalah harga pokok persediaan.

Contoh:
persediaan awal sejumlah Rp 500.000,-
Dan terjadi pembelian persediaan sebesar Rp 200.000,-
Maka persediaan siap dijual adalah Rp 700.000,-

Kemudian terjadi penjualan persediaan sebesar Rp 300.000,- maka persediaan akhir adalah 700.000 – 300.000 = Rp 400.000,-

Jadi harga pokok penjualannya adalah Rp 400.000,-

Nah itu tadi contoh menghitung harga pokok persediaan.
Adapun metode menghitungnya ada 3 yaitu metode FIFO kemudian Metode LIFO, lalu metode Rata-rata tertimbang

1. Metode LIFO

Apa itu LIFO?
LIFO berarti last in first out atau bahasa Indonesia masuk terakhir keluar pertama.

Contoh perhitungannya..
Persediaan awal 10 unit, harga pokok Rp 5000,-
kemudian pembelian 20 unit, harga pokok Rp 4000,-
Jadi persediaan siap jual adalah 10 x 5000 = 50.000
20 x 4000 = 80.000
jadi nilai persediaan siap jual adalah 50.000 + 80.000 = 130.000

Kemudian terjadi penjualan 25 unit.
Maka penjualan yang terjadi adalah
20 x 4000 = 80.000
5 x 5000 = 25.000
maka nilai penjualan adalah 80.000 + 25.000 = 105.000

jadi persediaan akhir adalah 5 unit, harga pokok Rp 5000,- yang menjadi 5 x 5000 = Rp 25000
Itulah nilai persediaan akhir.

Continue reading