Stock Opname, apa dan bagaimana…

Postingan kali ini untuk Anda yang sudah mempunyai toko dan sejenisnya ,dan minimal sudah berjalan kurang lebih setahun.

Karena proses stock opname yang akan di terangkan kali ini, secara garis besarnya adalah kegiatan menghitung “kembali” persediaan (barang) yang ada di toko kita, untuk di cocokan dengan catatanyang ada di (data komputer) kita

Apa itu stock opname ?

Pengertian Stock Opname adalah Menghitung stock (persediaan barang untuk di jual) yang kita punya di gudang (atau etalase). istilah stock opname bisa juga di sebut dengan istilah stock take

Kegiatan yang di lakukan pada proses stock opname ?

- Menghitung jumlah persediaan (bukan inventaris)

Apa beda persediaan dan barang inventaris?

Persediaan  : adalah barang-barang yang kita jual di toko kita,di mana setiap barang itu mempunyai nilai HPP (Harga Pokok Penjualan).

Artinya jika kita menjual barang persediaan tersebut, maka kita akan mendapat keuntungan atau laba yang di hitung dari harga jual di kurangi nilai HPP.

Sedangkan Inventaris : adalah barang yang kita pakai untuk melakukan proses penjualan (berdagang), atau barang-barang yang kita gunakan untuk operasional toko.

Contoh : meja, etalase, alat tulis, nota-nota dan lain-lain

Keduanya masuk dalam istilah “Harta / Aktiva” di dalam laporan keuangan,

akan tetapi mempunyai kolom akun (perkiraan) yang berbeda

Menghitung Nilai Persediaan

Nilai Persediaan di peroleh dari mengkalikan jumlah persediaan dengan nilai HPP

(jika tidak punya nilai HPP maka biasanya di kalikan dengan harga beli terakhir)

NILAI PERSEDIAAN = JUMLAH STOCK  X HPP

Nilai persediaan yang di hasilkan nanti akan di pakai sebagai salah satu angka (nilai) yang ada di laporan Neraca (laporan keuangan)

Metode ini disebut METODE PERPECTUAL.

(Metode lainnya dinamakan physical)

Catatan :

untuk membedakan (atau cara menghitung) antara Harga Beli dengan HPP (Harga Pokok Penjualan) akan di terangkan di postingan yang lain, demikian juga perbedaan metode physical dan perpectual

Continue reading

Posted in manajemen minimarket, Menjalankan Komputerisasi | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Strategi harga pada Toko Swalayan – Minimarket

Well.. pada postingan kali ini saya ingin berbagi pada Anda tentang sedikit pengetahuan saya mengenai strategi penentuan harga (jual)  pada toko swalayan

Berjualan barang-barang di toko swalayan menurut saya  tidak sekedar membeli barang dengan harga sekian, dan di jual dengan harga “sedikit” di naikkan saja, tetapi sebenarnya  metode menaikkan harga jual itu, ada strateginya.

Berikut ada beberapa point yang bisa sedikit di jadikan acuan dalam menentukan harga jual di toko swalayan

Ingat, Management pricing adalah seni

Kubur jauh-jauh anggapan bahwa berjualan di toko swalayan hanya masalah memberi bandrol harga jual, kemudian menunggu pembeli datang

Ingatlah bahwa management pricing adalah seni, atau bisa saya ilustrasikan begini,

Jika Pelukis Punya Kuas, Pemusik Punya gitar, Pematung punya pahat, maka Pemilik toko punya harga jual :)

Sebagai seorang pengusaha toko swa layan, tidak hanya pelayanan yang ramah pada pelanggan, pencarian pemasok yang terpercaya, dan management persediaan yang baik, akan tetapi penentuan harga jual yang tepat , juga merupakan pekerjaan yang harus Anda jalankan dan nikmati di dalam bisnis toko swalayan Anda

Jangan menyamaratakan prosentase kenaikan harga jual pada semua barang

Karena management pricing adalah seni, maka dalam menentukan harga jual, Anda tidak boleh asal. Anda harus punya analisa yang tepat untuk setiap harga jual yang akan Anda bandrol pada barang-barang yang Anda jual

Setiap barang yang ada di toko Anda, bisa dan harusnya mempunyai nilai jual atau tingkat perolehan keuntungan yang berbeda-beda

Laporan di armadillo accounting, untuk mengetahui prosentase keuntungan masing-masing barang

 Sebelum lebih jauh saya membahas kenaikan harga jual ini, tahukah Anda bagaimana menghitung prosentase kenaikan harga jual tersebut?

Harga jual tersebut di bandingkan dengan harga beli ataukah dengan harga pokok penjualan (HPP) ? , (HPP? Apalagi HPP itu? )

Continue reading

Posted in Akuntansi Dasar, manajemen minimarket, Menjalankan Komputerisasi | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Profil Usaha : Swalayan Sejahtera – Sorong – Papua Barat

Nama : Swalayan Sejahtera

Lokasi : Klasaman – Sorong – Papua Barat

Menggunakan Armadillo Accounting Sejak : 2011

Modul -Modul yang di gunakan :

1. Penjualan (menggunakan Armadillo Cashier)

2. Management Piutang (kepada anggota koperasi)

3. Pembelian

4. Management Hutang ke pemasok (vendor)

5. Persediaan

6. Kas Bank ( mencatat biaya-biaya)

7. Jurnal sampai dengan laporan keuangan  (neraca dan rugi laba)

Continue reading

Posted in Menjalankan Komputerisasi | Tagged , , , , , , | 2 Comments

Profil Usaha : Swalayan Karya Dharma Suboh – Situbondo – Jawa Timur

Nama : Swalayan Karya Dharma

Lokasi : Situbondo -Jawa Timur

Menggunakan System Armadillo Accounting Sejak Tahun : 2009

Modul modul yang di gunakan :

1. Penjualan ( Menggunakan Armadillo Cashier)

2. pembelian

3. Menagement Hutang ke pemasok

4. persediaan

5. Modul Kas Bank untuk mencatat biaya-biaya dan pendapatan lain-lain

6. jurnal sampai dengan laporan keuangan ( neraca dan rugi laba)

sedangkan modul yang tidak di gunakan adalah piutang.

Continue reading

Posted in Menjalankan Komputerisasi | Tagged , , , | Leave a comment

Retur pada kasir ? Kenapa tidak….

Tidak bisa dihindari, retur penjualan akan selalu terjadi pada hampir semua bidang usaha, terlebih pada usaha minimarket. Karena terkadang kualitas barang yang rusak sedangkan kemasan luarnya tampak masih sangat bagus, atau barang sudah kadaluarsa namun luput dari kontrol pihak minimarket. Kondisi-kondisi seperti inilah yang memungkinkan terjadi retur penjualan dari konsumen.

Dalam usaha minimarket umumnya konsumen melakukan retur pada kasir, dan untuk itu dalam setiap program kasir harus bisa melayani transaksi retur barang ini.

Dalam program Cashier Armadillo Accounting system, retur penjualan bisa dilakukan secara cepat. Tidak tersedia menu retur penjualan di dalamnya, karena memang program kasir dirancang untuk melakukan proses transaksi sederhana secara cepat. Lalu bagaimana mencatat retur penjualan nya? Continue reading

Posted in manajemen minimarket, Menjalankan Komputerisasi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Bagaimana Menghitung HPP….

Dalam Ilmu akuntansi harga pokok penjualan berguna untuk menentukan seberapa besar keuntungan yang bisa di dapat dari penjualan persediaan.

Berikut cara menghitung harga pokok persediaan.

1. Tentukan nilai persediaan awal.
2. Kemudian ditambah pembelian.
3. Kemudian dikurangi penjualan.
4. Dan persediaan akhir adalah harga pokok persediaan. Continue reading

Posted in Akuntansi Dasar, manajemen minimarket, Menjalankan Komputerisasi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mencatat Retur Pembelian pada Minimarket

Pada usaha minimarket, terkadang stok opname dilakukan setiap hari. Hal ini dimaksudkan untuk mengontrol persediaan di gudang maupun stok etalase. Keuntungan melakukan stok opname setiap hari adalah pihak minimarket bisa dengan cepat mengetahui kondisi barang, apakah sudah masuk tanggal kadaluarsa, rusak dan sebagainya. Sehingga pihak minimarket bisa dengan segera mengeluarkan barang-barang tersebut dari etalase.

Dalam pengadaan persediaan, pihak supermarket bekerjasama dengan berbagai distributor. Selain bisa memperoleh barang dengan harga khusus, juga lebih mudah dalam melakukan retur pembelian. Biasanya retur dilakukan pada saat kunjungan sales produk tersebut. Dan bila ada tagihan hutang pembelian yang harus dibayar oleh pihak minimarket, maka sales akan memotong-nya sejumlah retur tersebut. Continue reading

Posted in Akuntansi Dasar, manajemen minimarket, Mempersiapkan data, Menjalankan Komputerisasi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment